Rabu, 05 April 2017

Fakta Siswa Juara Umum SMPN 1 Bilah Hilir Lumpuh Diduga Akibat di Bully Temannya!

Juara Umum Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu,  Akbar kondisinya saat ini sakit karena drop keseimbangan diri dan terpaksa dirawat di rumah sakit.
Pasalnya ketika sedang berada di sekolah, siswa kelas VIII ini sering ‘dibully’ (diejek), bahkan kepalanya dipukuli teman satu kelasnya. Bukan hanya itu, temannya satu kelasnya pun pernah memaksa korban memakan tanah hingga kaus kaki disumpalkan ke mulutnya di Kelurahan Negeri Lama.

Demikian diungkapkan orang tua korban, Khairun Nasution, warga Desa Kampung Bilah Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu ketika dikonfirmasi melalui selularnya, Senin (6/2/2017) kepada wartawan.
Awalnya lanjut mantan Kepala (Kades) Desa Kampung Bilah itu, anaknya tidak mau sekolah lagi di lembaga pendidikan milik pemerintah itu serta ingin bersama 2 orang abangnya yang sedang kuliah di Medan. Namun tidak memberikan alasan kenapa tidak betah di sekolah semula.
Bulan November 2016 lalu lanjutnya, keseimbangan tubuh Akbar drop seperti stroke hingga lumpuh dan kemudian dibawa ke RSUD Rantauprapat, serta dokter syaraf yang menangani menyarankan berobat ke Medan.
Dari keterangan anaknya yang dihimpun serta teman-temannya satu kampung dan yang pernah membesuknya  lanjutnya, kepala Akbar sering dipukul dan tanah pernah dimasukkan bahkan kaus kaki ke mulut oleh salah satu genk di sekolah itu ketika sedang bersekolah.
“Anak-anak di sana memiliki genk,luar biasa. Bila anak  genk di depan pintu gerbang, siswa tidak berani pulang melewati itu (pintu gerbang sekolah), namun lebih sering dari belakang sekolah melintasi kebun karet maupun kelapa sawit,” ungkapnya        
Dirinya berharap pihak SMPN 1 Bilah Hilir  segera memperbaiki sistim yang ada, sehingga tidak ada lagi korban dikemudian hari, dengan demikian tujuan dasar lembaga pendidikan milik pemerintah dimaksud dapat berjalan baik.        
Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Bilah Hilir, Rosida Ade Hanum Siregar ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (7/2/2017) mengatakan, langkah yang diambil atas peristiwa itu telah memanggil orang tua siswa yang disebut-sebut terlibat dalam peristiwa itu.
“Kita sudah panggil para orang tuanya, pembinaan anak bukan hanya tanggung-jawab sekolah, tetapi orang tua harus lebih dilibatkan,” ungkapnya.
Selain itu lanjutnya, guru BP lebih diaktifkan guna memberikan penyuluhan kepada siswa yang sedang bermasalah serta mengadakan sekuriti. Patroli pun pulang dan saat jam pelajaran berlangsung juga, kemudian bantuan sosial pun sudah disampaikan         

Katanya, bulan Desember 2016 korban sudah tidak ikut ujian lagi karena sakit, dan dirinya bertugas di sekolah itu sejak Oktober 2016

[cirebontrust.com]

Artikel Terkait

Fakta Siswa Juara Umum SMPN 1 Bilah Hilir Lumpuh Diduga Akibat di Bully Temannya!
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email